Pencegahan Kanker
AARON SAMUELS, AHMAD BADEGHIESH, CANCER PREVENTION, CENTER, CLINICAL TRIALS, DISEASE PREVENTION, HAI, HAITHAM BAGHLAF, HPV VACCINE, KING ABDULAZIZ UNIVERSITY, MCGILL UNIVERSITY HEALTH CENTER, MEDICINE, MICHAEL H. DAHAN, NORTH AMERICA, TREATMENT, UNITED STATES, UNIVERSITY OF TAB, UNIVERSITY OF TABUK
Sofia Peterson
0 Comments
Risiko Kesehatan Maternal pada Kanker Serviks Selama Kehamilan
Penelitian dalam Oncoscience pada 2025 menyatakan bahwa wanita hamil dengan kanker serviks menghadapi risiko kesehatan yang lebih tinggi, terutama dalam persalinan. Mereka cenderung lebih tua dan memiliki masalah kesehatan tambahan. Namun, kesehatan bayi tetap tidak terpengaruh, dengan prosedur medis yang membutuhkan perhatian khusus.
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam volume 12 Oncoscience pada 20 Januari 2025, berjudul “Hasil maternal, persalinan, dan neonatal pada wanita dengan kanker serviks” menunjukkan bahwa wanita hamil yang didiagnosis kanker serviks menghadapi risiko kesehatan yang lebih tinggi selama kehamilan dan persalinan. Penelitian yang melibatkan 222 wanita hamil dengan kanker serviks ini berasal dari data lebih dari sembilan juta kehamilan di Amerika Serikat antara 2004 dan 2014. Namun, kesehatan bayi tidak terpengaruh oleh kondisi ini.
Wanita hamil dengan kanker serviks cenderung lebih tua, lebih mungkin merokok, menggunakan narkoba, dan memiliki tekanan darah tinggi kronis dibandingkan dengan yang tanpa kanker. Risiko persalinan prematur hampir lima kali lebih tinggi dan sering membutuhkan operasi caesar. Pertumbuhan jumlah kasus juga menunjukkan risiko tinggi untuk prosedur histerektomi dan pembekuan darah yang berbahaya, seperti trombosis vena profond dan embolisme paru.
Meski risiko kesehatan untuk ibu cukup serius, tidak ada perbedaan signifikan dalam kesehatan bayi. Angka cacat lahir, kematian janin, dan berat lahir rendah mirip antara ibu dengan kanker serviks dan tanpa. Penelitian ini menekankan pentingnya perawatan khusus untuk wanita hamil yang didiagnosis dengan kanker serviks oleh tim multidisiplin yang terlatih dalam kanker, obstetri, dan neonatal.
“Kanker serviks selama kehamilan dikaitkan dengan risiko maternal dan persalinan yang signifikan, tetapi hasil neonatal sebagian besar tidak terpengaruh”. Wanita hamil dengan kanker serviks perlu mendapat konseling pra-kehamilan tentang komorbiditas dan perawatan medis sebelumnya untuk mengoptimalkan hasil, serta pemantauan dan perawatan yang cepat selama kehamilan.
Kanker serviks merupakan salah satu kanker paling umum di kalangan wanita di seluruh dunia, sering terkait dengan infeksi human papillomavirus (HPV). Dampaknya terhadap kesehatan wanita telah banyak diteliti, namun dampaknya pada hasil kehamilan masih terbatas. Penelitian ini berusaha untuk memahami dampak tersebut dengan menganalisis data kehamilan dalam jumlah besar di AS, yang mencakup periode rentang yang relevan untuk mengevaluasi hasil kesehatan ibu dan anak.
Penelitian ini menunjukkan bahwa wanita hamil dengan kanker serviks lebih berisiko mengalami masalah kesehatan serius selama kehamilan dan persalinan. Meskipun demikian, kesehatan bayi tidak terpengaruh, dengan angka kelahiran yang sehat, cacat lahir, dan berat lahir rendah yang serupa dengan wanita hamil tanpa kanker. Ini menggarisbawahi perlunya perawatan spesialis untuk mengelola risiko tersebut dengan efektif.
Sumber Asli: www.news-medical.net
Post Comment