Loading Now

Tes Darah Berbasis AI untuk Deteksi Dini Kanker Ovarium

Tes darah berbasis kecerdasan buatan dari Johns Hopkins Kimmel Cancer Center dapat mendeteksi awal kanker ovarium dengan akurasi lebih tinggi. Menggabungkan analisis DNA dan biomarker protein, metode ini menunjukkan potensi signifikan untuk skrining kanker ovarium yang lebih baik.

Penelitian terbaru di Johns Hopkins Kimmel Cancer Center menunjukkan bahwa tes darah berbasis kecerdasan buatan (AI) dapat membantu mendeteksi tanda awal kanker ovarium pada wanita. Dengan menggabungkan analisis DNA dan dua biomarker protein, CA-125 dan HE4, tes ini meningkatkan akurasi deteksi jika dibandingkan dengan penggunaan biomarker tersebut secara terpisah. Metode ini berpotensi menjadi alat skrining yang terjangkau dan mudah diakses untuk kanker ovarium.

Ovarium kanker adalah penyebab kematian kanker yang umum di Amerika Serikat, dengan tingkat kelangsungan hidup lima tahun sekitar 50%. “Deteksi dini kanker ovarium dapat menyelamatkan nyawa, tetapi banyak wanita didiagnosis terlambat,” jelas Jamie Medina, penulis utama. Kurangnya gejala atau biomarker yang efektif menyulitkan deteksi dini.

Metode DELFI (DNA Evaluation of Fragments for early Interception) telah menunjukkan keberhasilan dalam mendeteksi kanker paru-paru, dan sekarang digunakan untuk kanker ovarium. Penelitian ini melibatkan 94 wanita dengan kanker ovarium dan berhasil mendeteksi 72% kasus pada tahap I-IV, dibandingkan dengan 34% hingga 100% menggunakan CA-125.

Pengujian dilakukan pada wanita di Belanda dan Denmark, dan di samping itu, konfirmasi dilakukan di AS dengan hasil serupa. Tes DELFI-Pro mampu mendeteksi 73% kanker dengan tingkat positif palsu yang minimal, memudahkan distribusi antara tumor jinak dan ganas.

Penelitian ini memperlihatkan bahwa metode tes darah yang menggabungkan AI dan biomarker dapat meningkatkan deteksi awal kanker ovarium. Dengan tingkat akurasi tinggi, metode ini berpotensi menjadi solusi untuk skrining kanker yang lebih efektif dan efisien. Penelitian lebih lanjut dengan sampel yang lebih besar diharapkan untuk memvalidasi hasil ini.

Sumber Asli: www.news-medical.net

Marcus Johnson is a talented sports journalist who transitioned into general news reporting, bringing his passion for storytelling with him. A graduate of Northwestern University, he worked for a major sports network before expanding his focus to cover significant social movements within the sports industry and beyond. His unique perspective and engaging writing style have made him a favorite among readers, and he is known for his in-depth analyses of societal trends and their impact on communities.

Post Comment