Loading Now

Mengungkap Risiko Kanker Kolorektal di Antara Subkelompok Penyakit Hati Steatosis

Sebagian pasien dengan penyakit hati steatosis memiliki risiko kanker kolorektal yang lebih tinggi, terutama yang mengalami penyakit hati alkohol. Penelitian menunjukkan variasi risiko dan pentingnya skrining dini untuk meningkatkan hasil kesehatan.

Penelitian terbaru oleh Kimura et al. di Clinical Gastroenterology and Hepatology menunjukkan bahwa risiko kanker kolorektal dapat bervariasi di antara subkelompok penyakit hati steatosis, khususnya lebih tinggi pada pasien dengan penyakit hati alkohol. Penyakit hati lemak non-alkohol, yang mengganggu lebih dari 25% populasi dunia, dianggap terkait dengan komplikasi serius.

Penyakit hati steatosis dikelompokkan berdasarkan konsumsi alkohol menjadi tiga subkategori: penyakit hati steatosis terkait disfungsi metabolik, penyakit hati steatosis terkait disfungsi metabolik dengan peningkatan konsumsi alkohol, dan penyakit hati terkait alkohol. Penelitian ini membandingkan risiko dan insiden kanker kolorektal antara pasien dengan dan tanpa penyakit hati.

Setelah pemantauan selama 4,5 tahun, 0,19% pasien didiagnosis dengan kanker kolorektal. Risiko kanker kolorektal 1,73 kali lebih tinggi pada pasien dengan penyakit hati alkohol, 1,36 kali lebih tinggi pada yang memiliki penyakit hati steatosis terkait disfungsi metabolik dengan peningkatan alkohol, dan 1,28 kali lebih tinggi pada yang memiliki penyakit hati steatosis terkait disfungsi metabolik.

Temuan ini menunjukkan perlunya skrining kanker kolorektal dan stratifikasi risiko secara menyeluruh di antara subkelompok penyakit hati steatosis yang berbeda. Penelitian ini melibatkan data dari sekitar 6,38 juta individu, memberikan evidensi kuat mengenai efek individu dan sinergis alkohol dan disfungsi metabolik terhadap risiko kanker kolorektal.

Penelitian ini menemukan bahwa risiko kanker kolorektal bervariasi antara subkelompok penyakit hati steatosis, dengan kebutuhan mendesak untuk program skrining yang ditargetkan bagi kelompok berisiko tinggi. Alkohol dan disfungsi metabolik berkontribusi pada peningkatan risiko, menunjukkan bahwa kesadaran dan skrining reguler sangat penting untuk deteksi dini.

Sumber Asli: ascopost.com

Aiden Caldwell is a seasoned journalist with over 15 years of experience in broadcast and print media. After earning his degree in Communications from a prestigious university, he began his career as a local news reporter before transitioning to digital journalism. His articles on public affairs have earned him accolades in the industry, and he has worked for several major news organizations, covering everything from politics to science. Aiden is known for his investigative prowess and his ability to connect with audiences through insightful storytelling.

Post Comment