Loading Now

Pedoman Baru ASTRO untuk Terapi Radiasi Kanker Anal

Pedoman baru ASTRO menawarkan rekomendasi untuk terapi radiasi dalam penanganan kanker anal sel skuamosa. Kanker anal, yang semakin meningkat, dapat diobati secara efektif dengan strategi mempertahankan organ yang meminimalkan efek samping. Rekomendasi mencakup penggunaan kombinasi radiasi dan pengobatan sistemik, serta pentingnya pendekatan multidisiplin dalam perawatan.

Pedoman klinis baru dari American Society for Radiation Oncology (ASTRO) memberikan rekomendasi tentang penggunaan terapi radiasi untuk menangani kanker anal sel skuamosa (SCC) pada pasien dewasa. Rekomendasi ini dipublikasikan dalam Practical Radiation Oncology, dan menjadi pedoman pertama ASTRO mengenai kanker anal.

Meski kanker anal tergolong langka dibandingkan dengan kanker colon atau rektum, tingkat kejadian dan kematiannya terus meningkat, terutama di kalangan orang dewasa berusia 50-an. Sekitar 10.540 orang Amerika didiagnosis dengan kanker anal setiap tahun, dengan prevalensi lebih tinggi pada pria kulit hitam dan wanita kulit putih.

Namun, kanker anal cenderung lebih rendah dalam metastasis dan umumnya diketahui pada stadium lokoregional (stadium I–III). Perawatan saat ini efektif, dan banyak pasien bisa disembuhkan tanpa perlu menjalani kolostomi permanen.

Pendekatan tata laksana kanker anal yang efektif memerlukan kolaborasi multidisiplin, di mana terapi disesuaikan dengan stadium tumor dan anatomi masing-masing pasien. Penelitian terus berlangsung untuk meningkatkan teknik perawatan dan dukungan yang minim efek samping.

“Terapi radiasi memainkan peran penting dalam mengelola kanker anal, memberikan perawatan definitif yang menjaga organ,” kata Brian G. Czito, MD, FASTRO. Pedoman ini memberikan rekomendasi berbasis bukti mengenai indikasi terapi radiasi dan sistemik untuk pasien dengan SCC anal lokal, mencakup dosis optimal dan perencanaan pengobatan.

Rekomendasi utama meliputi:
1. Terapi radiasi dengan 5-fluorourasil (5-FU) dan mitomisin (MMC) sebagai pengobatan definitif untuk sebagian besar pasien.
2. Pertimbangan pembedahan untuk pasien dengan obstruksi usus atau gejala lain yang bisa mengganggu pengobatan.
3. Rekomendasi penggunaan terapi radiasi terkendali, seperti IMRT, untuk mengurangi efek samping

Pemantauan pasca-perawatan sangat dianjurkan untuk menilai respons pasien dan menentukan langkah selanjutnya. Pedoman ini dibangun dari tinjauan sistematik oleh Agency for Healthcare Research and Quality (AHRQ), melibatkan berbagai spesialis dalam onkologi dan diendors oleh organisasi internasional.

“Pedoman ini merupakan alat untuk membantu pengambilan keputusan yang tepat antara dokter dan pasien,” kata Mary Feng, MD, FASTRO. Pedoman ini bertujuan untuk mempromosikan pendekatan keputusan yang disesuaikan, memperhatikan kebijakan dokter dan preferensi pasien.

Pedoman dari ASTRO ini memberikan rekomendasi penting bagi penggunaan terapi radiasi dalam menangani kanker anal sel skuamosa. Dengan penekanan pada pendekatan multidisiplin dan perawatan yang menjaga kualitas hidup pasien, pedoman baru ini diharapkan bisa mengurangi efek samping sekaligus meningkatkan efektivitas perawatan. Pemantauan pasca-perawatan juga menjadi aspek penting dalam strategi pengelolaan kanker anal.

Sumber Asli: www.news-medical.net

Aiden Caldwell is a seasoned journalist with over 15 years of experience in broadcast and print media. After earning his degree in Communications from a prestigious university, he began his career as a local news reporter before transitioning to digital journalism. His articles on public affairs have earned him accolades in the industry, and he has worked for several major news organizations, covering everything from politics to science. Aiden is known for his investigative prowess and his ability to connect with audiences through insightful storytelling.

Post Comment