Loading Now

Penelitian Sylvester Memperbarui Pedoman Pengobatan Limfoma Folikular

Peneliti Sylvester mengembangkan regimen baru untuk limfoma folikular, menggabungkan rituximab dan loncastuximab tesirine. Kombinasi ini kini direkomendasikan sebagai pengobatan lini ketiga oleh NCCN. Dengan efektivitas tinggi dan waktu perawatan yang lebih singkat, ini menawarkan harapan bagi pasien dengan penyakit kambuh. Meskipun dukungan masih berdasarkan bukti yang lebih rendah, penelitian lanjutan akan dilakukan.

Peneliti di Sylvester Comprehensive Cancer Center baru-baru ini merilis data positif mengenai regimen pengobatan baru untuk pasien dengan limfoma folikular yang kambuh atau resisten. Regimen ini menggabungkan rituximab dengan loncastuximab tesirine, kini direkomendasikan sebagai pengobatan lini ketiga dalam pedoman klinis yang diterbitkan oleh National Comprehensive Cancer Network (NCCN). Pedoman ini diumumkan pada 10 Februari dan menjadikan kombinasi kedua obat ini sebagai pilihan untuk pasien dengan limfoma folikular klasik.

Penelitian yang dipimpin oleh Dr. Juan Alderuccio, hematolog dan spesialis limfoma, menunjukkan bahwa kombinasi rituximab dan loncastuximab tesirine dapat memberikan terapi efektif dalam waktu hanya enam bulan, sementara opsi lain membutuhkan periode perawatan lebih lama. Limfoma folikular adalah bentuk umum dari limfoma non-Hodgkin yang biasanya tumbuh lambat dan bereaksi baik terhadap terapi lini pertama. Namun, pasien yang resisten atau kambuh dalam waktu 24 bulan setelah terapi awal memiliki risiko yang lebih tinggi dan survival yang lebih pendek.

Dalam studi terbaru ini, kombinasi kedua obat diuji pada 39 pasien dengan limfoma yang kambuh atau resisten yang memiliki beban tumor tinggi. Hasilnya sangat menjanjikan; setelah 12 minggu, tingkat respons keseluruhan mencapai 97% dan respons lengkap 67%. Angka ini lebih tinggi dari yang terlihat dengan pengobatan lain yang tersedia, dengan efek samping yang relatif minimal dan waktu perawatan yang lebih singkat.

Meskipun NCCN merekomendasikan kombinasi ini, mereka mencatat bahwa dukungannya didasarkan pada bukti yang lebih rendah dibandingkan intervensi lain. Untuk meningkatkan bukti, Dr. Alderuccio dan timnya sedang memperluas penelitian ini ke pusat kanker lain dan merencanakan uji klinis yang membandingkan regimen baru ini dengan terapi lain. Dr. Alderuccio mencatat, “Sekarang pengobatan ini didukung oleh pedoman nasional dan dapat dipertimbangkan di luar uji klinis. Itu sangat memuaskan.”

Studi di Sylvester menerapkan kombinasi rituximab dan loncastuximab tesirine kini direkomendasikan sebagai pengobatan lini ketiga untuk limfoma folikular. Setelah mencapai tingkat respons yang tinggi dengan waktu perawatan yang lebih singkat, kombinasi obat ini menawarkan opsi baru bagi pasien dengan penyakit yang sulit diobati. Dr. Alderuccio berkomitmen untuk terus melakukan penelitian demi perbaikan hasil pasien.

Sumber Asli: news.med.miami.edu

Marcus Johnson is a talented sports journalist who transitioned into general news reporting, bringing his passion for storytelling with him. A graduate of Northwestern University, he worked for a major sports network before expanding his focus to cover significant social movements within the sports industry and beyond. His unique perspective and engaging writing style have made him a favorite among readers, and he is known for his in-depth analyses of societal trends and their impact on communities.

Post Comment