Pencegahan Kanker
Penelitian
CANADA, CANCER PREVENTION, CARE LONDON, CLINICAL TRIALS, DISEASE PREVENTION, FDA, HPV VACCINE, LAWSON RESEARCH INSTITUTE OF ST. JOSEPH ’ S HEALTH CARE LONDON, LONDON HEALTH SCIENCES CENTER RESEARCH INSTITUTE, MEDICINE, NORTH AMERICA, RESEARCH, RESEARCH INSTITUTE, ST. JOSEPH, UNITED STATES
Marcus Johnson
0 Comments
Studi Uji Coba Pil Feses pada Pasien Kanker Pankreas
Lawson Research Institute memulai uji coba dua tahun untuk transplantasi feses pada pasien kanker pankreas. FMT diharapkan dapat meningkatkan efektivitas kemoterapi di tengah tantangan pengobatan kanker ini. Penelitian ini memerlukan partisipasi relawan sehat sebagai donor feses.
Peneliti di Lawson Research Institute di London, Kanada, memulai uji coba keamanan dua tahun untuk transplantasi mikrobiota feses (FMT), yang dijuluki “pil poop,” pada pasien kanker pankreas. Pendekatan inovatif ini diharapkan dapat meningkatkan peluang pemulihan, terutama setelah menunjukkan hasil positif dalam pengobatan kanker melanoma.
Kanker pankreas sulit diobati dan menyumbang sekitar 8% dari seluruh kematian akibat kanker, dengan tingkat kelangsungan hidup jangka panjang yang rendah (hanya 13% bertahan lebih dari lima tahun). Peneliti percaya bahwa mengubah populasi mikroba di sekitar tumor dapat membuatnya lebih sensitif terhadap kemoterapi.
Meski terdengar tidak enak, FMT bukanlah hal baru. Penggunaan transplantasi feses memperoleh dukungan dari FDA pada tahun 2023, dan diharapkan dapat membantu mengobati kanker yang lebih resisten. Prosesnya melibatkan pengumpulan sampel tinja dari donor yang telah disaring dan dibuat menjadi kapsul tanpa bau dan rasa.
Kapsul LND101 akan diberikan kepada pasien kanker pankreas sesuai jadwal dosis. Peneliti akan mengamati perubahan mikrobiome usus dan dampaknya terhadap sistem kekebalan pasien. Saman Maleki, salah satu pemimpin studi, mengatakan: “Tujuan kami adalah menentukan apakah perubahan mikrobiome usus yang berhasil berhubungan dengan respons yang lebih baik terhadap kemoterapi.”
Kolaborator Seema Nair Parvathy mengungkapkan bahwa FMT telah menunjukkan hasil positif pada pasien dengan kanker paru-paru lanjutan, sel ginjal, dan kulit. Penelitian ini bergantung pada dukungan donor feses, dan saat ini mereka mencari relawan berusia 18-50 tahun yang memenuhi kriteria kesehatan tertentu.
Uji coba efikasi transplantasi mikrobiota feses pada pasien kanker pankreas dapat menjadi terobosan dalam pengobatan kanker yang resisten. Dengan pendekatan baru ini, diharapkan dapat meningkatkan respons terhadap kemoterapi dan membawa harapan bagi pasien yang sulit diobati. Perlu dukungan dari donor feses untuk kelancaran penelitian ini.
Sumber Asli: www.popsci.com
Post Comment