Kesadaran Masyarakat Terhadap Risiko Kanker Akibat Alkohol Meningkat
Kesadaran publik terhadap risiko kanker akibat alkohol meningkat signifikan; 56% percaya ada hubungan antara alkohol dan kanker. Laporan Jenderal Kesehatan menjadi faktor penting dalam perubahan persepsi tersebut, meski sebagian besar responden tetap akan menerima minuman beralkohol di acara sosial.
Kesadaran publik tentang hubungan antara konsumsi alkohol dan risiko kanker meningkat. Menurut survei Annenberg Public Policy Center (APPC) dari University of Pennsylvania, 56% orang Amerika percaya bahwa konsumsi alkohol secara teratur meningkatkan kemungkinan terkena kanker, naik dari 40% pada September 2024. Persentase yang mengatakan bahwa konsumsi alkohol tidak berpengaruh turun menjadi 16%, sementara yang tidak yakin berkurang menjadi 26%.
Survei ini dilakukan setelah Dr. Vivek Murthy, Jenderal Kesehatan AS, mengeluarkan advis tentang risiko kanker yang terkait dengan alkohol pada 3 Januari 2025. Advis tersebut mendorong penyertaan label peringatan baru pada kemasan alkohol yang menunjukkan risiko peningkatan untuk tujuh jenis kanker. Dampak pernyataan Jenderal Kesehatan ini terlihat, dengan 29% responden mengatakan mereka akan lebih sedikit menerima minuman beralkohol jika ditawari.
Hanya 48% responden yang mengaku telah membaca atau mendengar tentang laporan terbaru mengenai dampak alkohol terhadap kesehatan. Dari mereka yang mengetahui laporan, 46% mengidentifikasi laporan dari Jenderal Kesehatan. Sebuah laporan NASEM di bulan Desember 2024 menyebutkan bahwa konsumsi moderat alkohol bisa meningkatkan risiko kanker payudara, namun memiliki temuan positif dan negatif tentang alcohol.
Para responden yang mengetahui laporan mengenai alkohol dan kesehatan diminta untuk menjawab apa yang mereka ketahui mengenai konsumsi alkohol yang moderat, dan 47% mengatakan bahwa laporan tersebut menunjukkan efek merugikan dari konsumsi moderat. Namun, 61% percaya bahwa laporan tersebut tidak mempengaruhi keputusan mereka untuk menerima minuman beralkohol.
Survei menunjukkan bahwa kesadaran tentang risiko kanker yang berhubungan dengan konsumsi alkohol telah meningkat secara signifikan di kalangan publik. Meskipun banyak yang memahami bahwa alkohol meningkatkan risiko kanker, banyak yang juga merasa laporan tersebut tidak mempengaruhi keputusan sosial mereka untuk menerima minuman. Ini menekankan pentingnya komunikasi kesehatan yang tepat dalam membentuk perilaku masyarakat.
Sumber Asli: www.news-medical.net
Post Comment