Loading Now

Pentingnya Skrining Kanker Kolorektal Bagi Warga Jamaika

Dr. Praveen Sharma mendesak warga Jamaika untuk melakukan skrining kanker kolorektal sebagai upaya menekan angka kematian. Kanker ini menjadi penyebab utama kematian. Seluruh pasien yang berisiko, terutama mereka yang memiliki riwayat keluarga, diharapkan untuk tidak menunda pemeriksaan dan mendapatkan pengobatan yang tepat.

Jamaika sedang mendorong warganya untuk melakukan skrining kanker kolorektal, yang menjadi penyebab kematian yang terus meningkat di pulau tersebut. Dorongan disampaikan oleh Dr. Praveen Sharma, seorang Onkolog Radiasi dan Kepala Departemen Radioterapi di Pusat Perawatan Kanker Nasional. Kanker kolorektal dapat berasal dari usus besar atau rektum dan sering disebut sebagai kanker kolon atau kanker rektum, tergantung lokasi awalnya.

Meskipun sebagian orang tidak menunjukkan gejala, beberapa tanda kanker kolorektal meliputi perubahan kebiasaan buang air, darah dalam tinja, diare, dan nyeri perut. Dr. Sharma menjelaskan bahwa kanker kolorektal adalah kanker ketiga paling umum di Jamaika, dengan 800 hingga 900 kasus baru terdeteksi setiap tahun. “Kanker kolorektal adalah penyebab kematian terbanyak ketiga setelah kanker prostat dan payudara,” ujar Dr. Sharma.

Kelompok usia antara 45 hingga 74 tahun berisiko tinggi terkena penyakit ini, dengan data menunjukkan pasien muda di bawah 50 tahun semakin banyak. Dr. Sharma mengingatkan bahwa mereka dengan riwayat keluarga kanker kolorektal disarankan untuk mulai skrining dari usia 12 tahun. Selain faktor genetik, obesitas, merokok, dan pola makan tinggi lemak juga menjadi risiko.

Beberapa metode skrining yang tersedia termasuk tes tinja (FOBT dan FIT) yang membantu mendeteksi tanda-tanda perdarahan. Jika hasil positif, pasien akan dirujuk untuk evaluasi lebih lanjut. Tim multidisiplin di rumah sakit berkomitmen untuk memberikan perawatan terbaik dan mendukung pasien dalam perjalanan pengobatan mereka.

Pemeriksaan kolonoskopi, yang dianjurkan setiap delapan hingga sepuluh tahun, dianggap sebagai standar emas untuk skrining. Pendapat dari Nurse Sherice Allen menekankan pentingnya untuk tidak melakukan diagnosis mandiri dan menggambarkan pengalaman pasien yang berhasil dengan perawatan tepat waktu.

Beres*, seorang pasien kanker kolorektal, berbagi pengalamannya setelah menemukan darah dalam feses dan menjalani pengobatan yang membuatnya kini bebas dari kanker. Pengalamannya menyoroti pentingnya kesadaran dan tindakan cepat terhadap gejala yang mencurigakan.

Skrining kanker kolorektal menjadi kunci penting dalam mengurangi angka kematian akibat penyakit ini di Jamaika. Dengan mendeteksi dini, pengobatan dapat dilakukan lebih efektif. Kesadaran tentang faktor risiko, dan pentingnya profesional medis dalam diagnosa, sangat kritis. Dukungan tim multidisiplin di rumah sakit juga berkontribusi pada perawatan pasien yang holistik dan berkualitas.

Sumber Asli: jamaica-gleaner.com

Sofia Peterson is an acclaimed investigative journalist whose work spans over 15 years, focusing on corporate ethics and accountability. Holding a degree in economics from the University of Helsinki, she seamlessly blends financial understanding with journalistic integrity. Sofia's meticulous investigative approaches have uncovered significant corporate malfeasance, leading to changes in policy and corporate governance. Renowned for her fearless commitment to truth and transparency, she is a mentor to aspiring journalists globally.

Post Comment