Dari Penemuan ke Deteksi Presisi: Mengungkap Biomarker Kanker
Multiomic approaches integrate molecular data for better cancer detection. Current genomic tests lack sensitivity, hence the need for incorporating proteomics. Proteomic biomarkers may detect early cancer immune responses and changes in protein profiles. Multiplex assays offer a broad screening, while high-sensitivity assays ensure accurate biomarker validation. This integrated strategy is vital for early detection and improving patient outcomes.
Pendekatan multiomik telah meningkatkan deteksi kanker awal dengan mengintegrasikan data molekuler untuk memahami proses penyakit secara komprehensif. Meskipun kemajuan dalam pengujian genomik bermanfaat, banyak tes saat ini kurang sensitif untuk mendeteksi kanker pada tahap awal. Oleh karena itu, strategi yang menggabungkan proteomik dan genomik sangat penting untuk meningkatkan akurasi diagnosis, strategi pengobatan, dan intervensi yang tepat waktu.
Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi berbasis proteomik telah membantu mengidentifikasi biomarker potensial yang meningkatkan deteksi kanker dan pemantauan progresi. Perubahan dalam profil protein dan distribusi protein di jaringan serta cairan tubuh memberikan wawasan berharga. Profiling kuantitatif protein yang beragam dan pemantauan pola ekspresi dari waktu ke waktu bisa membantu mengidentifikasi biomarker yang efektif dalam melacak perkembangan penyakit dan respons terhadap terapi.
Biomarker proteomik juga dapat mengetahui respon imun pasien terhadap proses kanker, bahkan sebelum biomarker spesifik kanker muncul. Perubahan imunitas ini mungkin sulit terdeteksi melalui metode diagnostik lain. Teknik proteomik memungkinkan identifikasi pergeseran kecil dalam tingkat ekspresi protein yang terjadi pada tahap awal perkembangan kanker sehingga memungkinkan deteksi dan intervensi lebih awal.
Untuk skrining biomarker yang luas, uji Luminex dapat menganalisis hingga 50 analit dalam satu sampel. Pendekatan ini ideal untuk mengidentifikasi pola dan mempersempit biomarker kunci. Setelah analit spesifik diidentifikasi, alat dengan presisi tinggi seperti Simple Plex™ Assays di Platform Ella menawarkan sensitivitas dan reproduksibilitas yang lebih baik.
Contoh pendekatan ini adalah pengukuran level IFN-gamma dalam serum manusia dengan dua platform immunoassay: High-Performance Luminex Assay dan Simple Plex assays. Tiap platform memiliki keunggulan tersendiri untuk analisis biomarker. Luminex digunakan untuk skrining luas, sedangkan Simple Plex assays pada Ella menggunakan otomatisasi untuk meminimalisir variabilitas. Hasil menunjukkan korelasi yang kuat antara kedua platform, memungkinkan transisi yang percaya diri dan memanfaatkan keunggulan masing-masing platform. Dengan menggabungkan kemampuan tinggi Luminex dan sensitivitas Ella, peneliti dapat menyempurnakan alur kerja untuk penemuan dan validasi.
Penggunaan uji imun assay multiplex dan sensitivitas tinggi memberikan kerangka kerja yang kuat untuk penemuan dan validasi biomarker. Seiring kemajuan teknologi, strategi terintegrasi ini akan berperan penting dalam menyempurnakan metode deteksi awal dan meningkatkan hasil pasien dalam onkologi.
Pendekatan multiomik dan proteomik memiliki potensi besar dalam deteksi kanker awal dengan meningkatkan akurasi diagnostik dan membantu dalam pemantauan progresi penyakit. Kombinasi alat uji Luminex dan Simple Plex juga mampu menyediakan data yang berkualitas tinggi, yang sangat penting untuk penelitian biomarker kanker. Pengembangan terus-menerus dalam teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan hasil pasien.
Sumber Asli: www.genengnews.com
Post Comment