Loading Now

Perayaan Vaksin: Dampak Vaksin HPV dalam Pencegahan Kanker Serviks

Vaksin HPV telah merevolusi pencegahan kanker serviks dengan mengurangi kasus kanker hingga 90%. Program vaksinasi di Inggris diperluas untuk mencakup anak laki-laki, dan vaksin terbukti efektif setelah satu dosis. Meskipun ada tantangan dalam capaian vaksinasi, proses ini penting untuk pengurangan angka kematian akibat kanker serviks.

Inisiatif Hari Keterlibatan Vaksin mengangkat dampak vaksin seperti vaksin HPV dalam pencegahan kanker serviks. Kanker serviks umum terjadi, dengan sekitar 660.000 kasus baru setiap tahun di seluruh dunia. Di Inggris, sekitar 3.250 kasus baru muncul tiap tahun, terutama pada wanita usia 30-an. Keterbatasan akses terhadap vaksin dan skrining di negara berpenghasilan rendah meningkatkan jumlah kasus tersebut.

Sebagian besar kasus kanker serviks disebabkan oleh infeksi human papillomavirus (HPV). HPV merupakan infeksi menular seksual yang umum, menyebabkan risiko kanker seperti kanker serviks, anal, dan lainnya. Dua strain, HPV 16 dan HPV 18, bertanggung jawab atas sekitar 70% kasus kanker serviks, infeksi HPV sangat umum dengan hampir 80% individu yang aktif secara seksual terpapar.

Dr Richard Shope pertama kali mengusulkan bahwa virus bisa menyebabkan kanker pada tahun 1930-an, yang menginspirasi Profesor Harold zur Hausen untuk meneliti peran virus dalam kanker manusia. Penelitian ini mengarah pada pengembangan vaksin HPV, dengan program vaksinasi pertama di Inggris pada tahun 2008.

Vaksin HPV yang pertama kali disetujui di Inggris dan AS pada tahun 2006 efektif mencegah infeksi HPV. Program vaksinasi di Inggris untuk anak perempuan berusia 12–13 tahun mulai dilaksanakan, dan kemudian diperluas untuk anak laki-laki pada tahun 2019. Vaksinasi menunjukkan efektivitas dengan perlindungan setelah satu dosis, memudahkan akses untuk vaksinasi.

Setelah lebih dari satu dekade, penelitian menunjukkan bahwa vaksinasi HPV mengurangi kasus kanker serviks hingga hampir 90% pada wanita yang divaksin. Sebuah studi di Skotlandia menyatakan tidak ada kasus kanker serviks pada wanita yang divaksin sesuai waktu sejak program dimulai. Skrining serviks juga penting, dengan estimasi penyelamatan sekitar 5.000 nyawa per tahun.

Namun, data terbaru menunjukkan penurunan partisipasi vaksin HPV di Inggris, dengan hanya 72,9% perempuan dan 67,7% laki-laki tahun ke-8 divaksin. Variasi partisipasi vaksin juga terlihat di komunitas tertentu, khususnya di kalangan yang lebih terpinggirkan. Untuk mencegah kanker, penting untuk meningkatkan partisipasi dalam vaksinasi dan skrining.

Vaksin HPV berperan penting dalam mencegah kanker serviks dengan mengurangi kasus kanker dan infeksi. Meski ada penurunan partisipasi vaksinasi di Inggris, upaya berkelanjutan diperlukan untuk meningkatkan kesadaran dan akses. Vaksin ini telah terbukti efektif dan menjanjikan masa depan di mana kanker serviks dapat dihilangkan di banyak negara.

Sumber Asli: www.immunology.org

Sofia Peterson is an acclaimed investigative journalist whose work spans over 15 years, focusing on corporate ethics and accountability. Holding a degree in economics from the University of Helsinki, she seamlessly blends financial understanding with journalistic integrity. Sofia's meticulous investigative approaches have uncovered significant corporate malfeasance, leading to changes in policy and corporate governance. Renowned for her fearless commitment to truth and transparency, she is a mentor to aspiring journalists globally.

Post Comment