Mendalami Kanker Kepala dan Leher: Pencegahan dan Gejala
Kanker kepala dan leher, terutama pada pria di atas 50 tahun, dapat terdeteksi dini melalui gejala seperti benjolan leher dan suara serak. Vaksin HPV dan pencegahan merokok penting dalam mengurangi risiko. Tim medis multidisipliner mendukung pengobatan yang lebih efektif.
Kanker kepala dan leher memiliki gejala yang mudah dikenali seperti benjolan di leher, suara serak yang terus-menerus, atau luka di mulut yang tidak sembuh. Dr. David Goldenberg dari Penn State Health menyatakan, “Jika gejala ini berlangsung lebih dari satu atau dua minggu, penting untuk berkonsultasi dengan dokter.” Mendiagnosis lebih awal dapat meningkatkan harapan penyembuhan.
Kanker kepala dan leher, yang lebih umum pada pria dan pada usia di atas 50 tahun, menyumbang sekitar 4% dari total kasus kanker di AS. Menurut National Cancer Institute, 68.000 orang didiagnosis terkena kanker ini tahun lalu, dan sekitar 15.000 meninggal. Jenis kanker ini bisa berasal dari rongga mulut, orofaring, dan laring.
Tanda umum kanker rongga mulut meliputi bercak merah atau putih serta luka yang tidak sembuh di mulut. Kanker orofaring dapat menyebabkan sensasi seperti ada yang tersangkut di tenggorokan dan kesulitan menelan. Kanker laring dapat ditandai dengan suara serak dan batuk berdarah. Dr. Goldenberg menegaskan bahwa benjolan di leher sering menjadi indikator pertama kanker ini.
Penyebab utama penurunan angka kanker kepala dan leher adalah berkurangnya merokok, meski kasus kanker orofaring meningkat karena virus human papillomavirus (HPV). “HPV adalah virus yang sama yang menyebabkan kanker serviks,” ujar Goldenberg. Vaksin HPV efektif jika diberikan pada remaja dan dewasa muda.
Pengobatan untuk kanker ini mencakup pembedahan, radiasi, dan kemoterapi, tapi kanker akibat merokok dan alkohol lebih sulit diobati. Sebaliknya, kanker terkait HPV memiliki prognosis yang lebih baik. Goldenberg menyatakan pentingnya vaksinasi HPV dan pencegahan secara umum.
Stigma sosial terkait kanker kepala dan leher membuat pengobatan menjadi tantangan. Kanker ini memengaruhi kemampuan bersosialisasi. Tim multidisipliner mendukung pasien dengan pendekatan yang lebih spesifik dan personal dalam pengobatan.
Berbagai langkah pencegahan dapat diambil, seperti tidak merokok dan mengonsumsi alkohol, tidak mengunyah tembakau, mendapatkan vaksin HPV, serta melakukan pemeriksaan rutin.
Kanker kepala dan leher dapat terdeteksi lebih awal jika gejala tidak diabaikan, dengan tanda-tanda yang mudah dikenali. Memperhatikan faktor risiko dan melakukan pencegahan seperti vaksinasi HPV sangat penting. Dukungan dari tim medis serta pengobatan yang lebih personal dapat meningkatkan harapan penyembuhan bagi pasien. Penting bagi masyarakat untuk menyadari gejala dan faktor risiko terkait kanker ini.
Sumber Asli: pennstatehealthnews.org
Post Comment