Dampak ADT pada Kanker Prostat Terhadap Kelangsungan Hidup dan Kualitas Hidup Pasien
Studi di ASCO menyoroti dampak ADT untuk kanker prostat pada kualitas hidup pasien. Penelitian menunjukkan bahwa meskipun ADT menawarkan manfaat onkologis, ia juga dapat berdampak negatif pada QOL. Analisis menemukan perbedaan hasil yang signifikan antara ADT intermiten dan kontinyu, dan penekanan pada perlunya pengobatan yang dipersonalisasi untuk kesejahteraan jangka panjang pasien.
Penelitian baru di Simposium Kanker Genitourinari ASCO menyoroti dampak terapi deprivasi androgen (ADT) pada kualitas hidup (QOL) pasien kanker prostat. Peneliti mendorong pendekatan terapi yang dipersonalisasi untuk menyeimbangkan manfaat onkologis dengan hasil QOL. Ada perdebatan mengenai ADT, termasuk metode operasi dan terapi hormonal lainnya. Penelitian ini mencakup analisis ADT sebagai monoterapi dan dalam kombinasi dengan radioterapi pasca operasi, menemukan bahwa meskipun ada manfaat ADT, ada pengaruh negatif pada QOL pasien yang memerlukan penelitian lebih lanjut.
Meta-analisis membandingkan ADT intermiten (iADT) dan ADT kontinyu (cADT) melibatkan 5.364 pasien. Hasil menunjukkan bahwa tingkat kelangsungan hidup dan progresif serupa, tetapi ADT juga berhubungan dengan QOL yang lebih buruk. Dalam cohort 1.124 pasien yang menerima radioterapi pasca prostatektomi, mereka yang mengikuti ADT mengalami penurunan berat dalam QOL setelah 59 bulan. Kombinasi penggunaan ADT dan radioterapi setelah prostatektomi menunjukkan hasil yang tidak konsisten untuk kesehatan jangka panjang. Penemuan ini menunjukkan perlunya perhatian lebih terhadap kualitas hidup pasien bersamaan dengan kontrol penyakit.
This study stresses the importance of balancing the oncological advantages of ADT against its detrimental effects on patients’ quality of life (QOL). Disparitas dalam hasil QOL teramati antara terapi intermiten dan kontinyu, dengan kecenderungan untuk menurun lebih besar pada pasien yang menerima ADT jangka panjang. Indikasi ini menekankan perlunya pengembangan pendekatan terapi yang lebih individu,
terutama dalam merawat pasien kanker prostat.
Dari penelitian ini, jelas bahwa ADT memiliki efek campuran: meskipun meningkatkan durasi hidup, adakah dampaknya yang signifikan pada kualitas hidup pasien. Pendekatan yang lebih terpersonalisasi dalam merencanakan terapi kanker prostat penting untuk meningkatkan kesejahteraan pasien jangka panjang, dengan menjaga keseimbangan antara kontrol penyakit dan perlindungan terhadap kualitas hidup.
Sumber Asli: www.ajmc.com
Post Comment