Dalam 2050, Akan Ada 3,2 Juta Kasus Baru Kanker Payudara Menurut WHO
WHO memperkirakan bahwa jika tren berlanjut, akan ada 3,2 juta kasus baru kanker payudara dan 1,1 juta kematian terkait setiap tahun pada tahun 2050. Deteksi dini dan gaya hidup sehat dapat membantu mengurangi risiko kanker ini, serta pentingnya skrining untuk wanita dengan riwayat keluarga.
Menurut analisis terbaru oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kasus dan kematian akibat kanker payudara diperkirakan akan meningkat secara global. Dalam laporan yang diterbitkan di Nature Medicine, diprediksi pada tahun 2050 akan ada 3,2 juta kasus baru kanker payudara dan 1,1 juta kematian terkait kanker payudara per tahun jika tren saat ini tetap berlangsung. Sekitar 1 dari 20 wanita di seluruh dunia akan didiagnosis menderita kanker payudara dalam hidup mereka.
“Setiap menit, empat wanita didiagnosis menderita kanker payudara di seluruh dunia, dan satu wanita meninggal karena penyakit ini, statistik ini semakin memburuk,” kata Dr. Joanne Kim, seorang ilmuwan IARC, salah satu penulis laporan tersebut.
Kanker payudara adalah jenis kanker paling umum di kalangan wanita dan kanker kedua paling umum secara keseluruhan secara global. Pada tahun 2022, terjadi sekitar 2,3 juta kasus baru dan 670.000 kematian akibat kanker payudara di seluruh dunia, dengan mayoritas terjadi pada individu berusia 50 tahun ke atas.
Deteksi dini kanker payudara sangat penting untuk membantu pasien mendapatkan perawatan yang lebih baik dan meningkatkan tingkat kel存cla dan kualitas hidup. Metode diagnosis kanker payudara biasanya mencakup pemiksaan klinis, tes pencitraan seperti mammogram, dan biopsi untuk konfirmasi diagnosis.
Beberapa faktor risiko tidak bisa diubah, tetapi memilih gaya hidup sehat dapat membantu menurunkan risiko kanker payudara. Beberapa langkah yang dapat diambil termasuk:
1. Mempertahankan berat badan sehat melalui aktivitas fisik dan diet seimbang.
2. Mengurangi konsumsi alkohol untuk mengurangi risiko.
3. Menyusui dapat menurunkan risiko, khususnya untuk wanita pramenopause.
4. Melakukan skrining rutin untuk mendeteksi kanker pada stadium yang lebih dapat diobati.
5. Untuk mereka dengan riwayat keluarga kanker payudara, disarankan menjalani tes genetik.
Harap diperhatikan bahwa informasi ini bersifat umum dan tidak menggantikan saran medis yang berkualitas. Selalu konsultasikan kepada dokter untuk informasi lebih lanjut. NDTV tidak bertanggung jawab atas informasi ini.
WHO memperingatkan bahwa kasus dan kematian akibat kanker payudara akan meningkat secara signifikan di seluruh dunia pada tahun 2050. Deteksi dini dan pilihan gaya hidup sehat dapat memainkan peran penting dalam mengurangi risiko kanker ini. Skrining rutin dan pemeriksaan genetik juga disarankan untuk individu dengan riwayat keluarga kanker payudara.
Sumber Asli: www.ndtv.com
Post Comment