Loading Now

Studi MUSC Temukan Penurunan Kanker Serviks Terkait Adopsi Vaksin HPV

Studi dari MUSC mengaitkan penurunan kasus kanker serviks dengan vaksin HPV. Penelitian menunjukkan kematian akibat kanker serviks pada wanita muda menurun signifikan setelah vaksin diperkenalkan. Upaya global untuk penghapusan kanker serviks sedang berlangsung, meskipun ada tantangan dalam penerapan vaksin di AS.

Penelitian yang dilakukan oleh Universitas Kesehatan Carolina Selatan (MUSC) menunjukkan adanya penurunan signifikan pada kasus kanker serviks di kalangan wanita muda di AS, yang berhubungan dengan pengenalan vaksin Human Papillomavirus (HPV) pada tahun 2006. Studi ini adalah bukti kuat bahwa vaksinasi HPV berkontribusi pada penurunan angka kematian akibat kanker serviks. Penelitian ini dipimpin oleh Ashish Deshmukh, PhD, yang juga mengarahkan program kontrol kanker di Hollings Cancer Center.

Deshmukh dan timnya menganalisis angka kematian akibat kanker serviks pada wanita di bawah 25 tahun dari 1992 hingga 2021. Mereka menemukan penurunan kematian hampir 4% antara 2013 dan 2015, sehingga jumlah kematian menjadi 0,02 per 100.000. Angka kematian terus menurun hingga 60%, dengan data 2019-2021 menunjukkan 0,007 kematian per 100.000.

Muskisan di JAMA menunjukkan tren penurunan positif yang berlanjut hingga 2021, dengan penurunan 12% per tahun dan 65% secara keseluruhan. “Kami melihat penurunan yang tajam pada kematian pada saat di mana kami mengharapkan dampak dari vaksinasi,” ungkap Emily Burger, PhD dari Universitas Oslo. Meskipun demikian, hubungan pasti antara vaksin HPV dan penurunan kematian sulit ditentukan.

Sebelum ditemukannya vaksin HPV, tes Pap telah membantu mengurangi kematian akibat kanker serviks. Namun, seiring waktu, tes Pap semakin jarang dilakukan seiring dengan meningkatnya penggunaan HPV testing sejak 2004. Sekarang, fokus utama adalah untuk menghilangkan kanker serviks secara global. Beberapa negara, seperti Australia dan Norwegia, menetapkan target penghapusan kanker cerviks.

Di AS, tidak ada kewajiban vaksin HPV secara luas, meskipun beberapa negara bagian telah mewajibkannya. “Kami perlu meningkatkan tingkat vaksinasi agar lebih banyak kematian dapat dicegah,” kata Deshmukh. Para ilmuwan terus mengembangkan metode dan tes baru untuk mendeteksi HPV, sehingga penting bagi manajer laboratorium untuk mengikuti perkembangan ini.

Studi MUSC menunjukkan bahwa vaksin HPV berperan penting dalam penurunan angka kanker serviks di kalangan wanita muda. Pengurangan kematian yang signifikan menunjukkan bahwa program vaksinasi dan deteksi lebih awal dapat membantu mencegah penyakit ini. Upaya global untuk menghilangkan kanker serviks sedang berlangsung, tetapi tantangan tetap ada, terutama dalam meningkatkan tingkat vaksinasi di AS.

Sumber Asli: www.darkdaily.com

Ravi Patel is an esteemed political analyst and journalist with two decades of experience. He graduated from the London School of Economics and has been at the forefront of reporting key political events shaping the global landscape. Known for his incisive commentaries and analytical pieces, Ravi’s work often dives deep into the political processes behind crucial decisions and their implications for civil society. His sharp insights have made him a trusted figure and sought-after commentator in media outlets worldwide.

Post Comment