Loading Now

Partisipasi dalam Uji Coba Awal Dapat Membantu Akses Pengobatan Kanker

Hampir 20% pasien di uji coba obat kanker fase II mungkin mendapatkan terapi yang disetujui FDA. Studi ini menganalisis 2.730 uji coba dan menemukan 16% pasien menerima pengobatan tersebut. Peneliti memperingatkan bahwa tidak semua pasien memperoleh manfaat dari obat yang disetujui.

Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa hampir 20% pasien yang berpartisipasi dalam uji coba obat kanker fase II dapat menerima pengobatan yang kemudian disetujui oleh FDA. Penelitian ini, dipublikasikan di Journal of the National Cancer Institute oleh Ouimet et al, memiliki dampak penting untuk pengembangan obat dan rekrutmen uji klinis. Sadari bahwa fase II fokus pada keamanan dan kesinambungan dosis, di mana semua pasien menerima dosis aktif.

Studi ini menganalisis 2.730 uji coba klinis fase II yang dimulai antara November 2012 dan November 2015, dengan 1.154 memenuhi syarat dan 400 terpilih secara acak. Dari 332 obat yang diuji, 71 regimens disetujui oleh FDA. Namun, penelitian menunjukkan bahwa tidak semua pasien mendapat manfaat dari obat yang disetujui tersebut.

“Perlu diingat bahwa obat yang disetujui tidak bekerja untuk setiap pasien. Banyak obat kanker yang disetujui FDA hanya memberikan manfaat signifikan kepada setengah hingga sepuluh persen pasien,” ujar Charlotte Ouimet, MSc dari Universitas McGill.

Temuan ini penting untuk memberikan harapan yang realistis kepada pasien kanker yang mendaftar dalam uji coba fase II. Meskipun sebagian besar pasien memiliki kanker yang lanjut dan tidak memiliki opsi perawatan standar, kemungkinan 16% untuk menerima obat yang disetujui FDA bisa dianggap menggembirakan. Senada, Jonathan Kimmelman, PhD, memperingatkan agar juga memperhatikan kemungkinan bahwa 5 dari 6 pasien mungkin tidak menerima obat yang disetujui.

Studi ini membuka wawasan baru untuk pasien yang mempertimbangkan bergabung dalam uji coba klinis fase II. Peluang mendapatkan obat yang disetujui FDA adalah 16%, meskipun tidak semua obat memberikan manfaat. Memahami kemungkinan dan tantangan ini sangat penting untuk membuat keputusan yang terinformasi tentang perawatan kanker.

Sumber Asli: ascopost.com

Sofia Peterson is an acclaimed investigative journalist whose work spans over 15 years, focusing on corporate ethics and accountability. Holding a degree in economics from the University of Helsinki, she seamlessly blends financial understanding with journalistic integrity. Sofia's meticulous investigative approaches have uncovered significant corporate malfeasance, leading to changes in policy and corporate governance. Renowned for her fearless commitment to truth and transparency, she is a mentor to aspiring journalists globally.

Post Comment