Manfaat Uji Coba Fase I Bagi Pasien dengan Kanker Gastrointestinal Atas
Uji coba fase I memberikan akses kepada pasien dengan kanker gastrointestinal atas yang tidak dapat dioperasi, namun manfaatnya masih belum jelas. Analisis terhadap 124 pasien menunjukkan hasil positif dalam hal efikasi dan kelangsungan hidup. Mayoritas pasien memiliki metastasis hati atau peritoneum, sehingga hasilnya penting bagi upaya pengobatan yang lebih baik.
Uji coba fase I memiliki potensi dalam menyediakan akses terhadap terapi dan perawatan baru bagi pasien dengan kanker gastrointestinal atas (UGI) yang tidak dapat dioperasi. Namun, manfaatnya dalam kasus ini masih belum jelas karena terbatasnya pilihan pengobatan dan prognosis yang buruk. Analisis terbaru menggunakan data dari Sarah Cannon Research Institute UK Drug Development Unit untuk mengevaluasi hasil efikasi dan kelangsungan hidup pasien dengan kanker UGI refrakter yang terlibat dalam uji coba fase I.
Sebanyak 124 pasien dengan kanker UGI berpartisipasi dalam 37 uji coba fase I, menerima minimal satu dosis obat percobaan antara 2011 hingga 2023. Hasil yang dinilai meliputi tingkat respons objektif (ORR), tingkat manfaat klinis (CBR), tingkat kendali penyakit (DCR), durasi respons, kelangsungan hidup bebas progresi (PFS), dan kelangsungan hidup keseluruhan (OS). Analisis dilakukan baik pada keseluruhan kelompok maupun terstratifikasi berdasarkan kelas agen percobaan, terapi yang dipadankan secara molekuler, dan dosis fase II yang direkomendasikan (RP2D).
Sebagian besar pasien (73%) memiliki metastasis hati atau peritoneum dengan riwayat pengobatan median dua lini sebelumnya. Dari jumlah tersebut, 60% menerima imunoterapi, 30% terapi dengan obat molekul kecil, dan 10% terapi dengan konjugat antibodi-obat. Sebanyak 22% pasien menerima terapi yang dipadankan secara molekuler, sementara 86% mendapatkan pengobatan di dosis RP2D. ORR tercatat 15%, CBR 40%, DCR 86%, dan median OS adalah 9,7 bulan pada pasien yang dapat dievaluasi responsnya.
Pasien yang dirawat dengan dosis RP2D menunjukkan CBR yang lebih tinggi (odds ratio 4.75, P=0.04) dan PFS yang lebih panjang (P=0.04). Kedalaman respons dan pengobatan pada RP2D berfungsi sebagai faktor prognostik independen. Peserta uji coba fase I dengan kanker UGI refrakter memperoleh manfaat di pengobatan lini akhir dengan kemungkinan akses awal terhadap terapi baru.
Uji coba fase I memberikan kesempatan bagi pasien dengan kanker UGI refrakter untuk mengakses terapi baru dengan manfaat yang signifikan dalam konteks pengobatan terakhir. Hasil menunjukkan potensi penggunaan dosis yang direkomendasikan (RP2D) sebagai faktor positif dalam keberhasilan pengobatan.
Sumber Asli: www.docwirenews.com
Post Comment