Loading Now

Olaparib Efektif Tanpa Terapi Hormon untuk Kanker Prostat Recurr

Olaparib efektif untuk pengobatan kanker prostat recu tanpa terapi hormon pada pria dengan mutasi BRCA2, berdasarkan uji klinis di Johns Hopkins. Terapi ini menghasilkan penurunan PSA 50% atau lebih pada 13 pasien, termasuk 11 dengan mutasi. Penelitian ini penting karena menawarkan opsi aman tanpa efek samping hormonal yang umum.

Obat kanker olaparib menunjukkan potensi efektif untuk mengobati kanker prostat recu dengan biokimia tanpa hormon bagi pria dengan mutasi genetik seperti BRCA2, berdasarkan hasil uji klinis fase II yang melibatkan 51 pasien di Johns Hopkins Kimmel Cancer Center dan tiga lokasi lainnya. Penelitian ini mencakup pria dengan tanda-tanda kekambuhan setelah pengangkatan prostat, yang teridentifikasi melalui tingkat protein prostata-specifik antigen (PSA) yang tinggi. Setelah diobati dengan olaparib, 13 peserta, termasuk 11 dengan mutasi BRCA2, mengalami penurunan tingkat PSA setidaknya 50%, yang menunjukkan perkembangan positif dalam kondisi mereka.

Meski banyak pria dengan kanker prostat lokal yang berhasil sembuh melalui operasi, hingga 40% di antaranya mungkin mengalami kekambuhan, seperti yang dijelaskan oleh koordinator studi Cathy Handy Marshall, M.D., M.P.H. Pendekatan umum dalam pengobatan kekambuhan kanker prostat adalah terapi penurunan androgen, namun banyak pria reluktan karena efek samping yang ditimbulkan seperti hot flashes atau kelelahan. “Kami telah melakukan sejumlah penelitian untuk mencari terapi yang tidak menekan hormon untuk menghindari efek samping tersebut,” jelas Marshall.

Olaparib, yang menghambat kemampuan protein PARP dalam memperbaiki DNA yang rusak, telah disetujui FDA untuk terapi kanker prostat metastatik dalam kombinasi dengan terapi hormonal. Namun, efektivitasnya tanpa suppresi hormonal sebelumnya belum diketahui. Dalam penelitian ini, 51 pria dengan kanker prostat biokimia setelah prostatektomi terdaftar antara Mei 2017 hingga November 2022. 27 peserta (53%) dianggap positif biomarker, memiliki mutasi gen yang membuat kanker mereka lebih sensitif terhadap obat.

Pasien menerima 300 mg olaparib dua kali sehari hingga tingkat PSA mereka meningkat dua kali lipat, kanker menyebar, atau mengalami efek samping tidak dapat diterima. Sekitar setengah dari pasien dalam kelompok positif biomarker mengalami penurunan PSA 50% atau lebih dengan durasi respons median selama 25 bulan. Tidak ada respons PSA terlihat di kelompok biomarker-negatif, yang menyimpulkan terapi ini tidak dianjurkan untuk mereka.

Hasil dari penelitian ini menunjukkan PFS median 19,3 bulan secara keseluruhan dan 22,1 bulan di kelompok positif biomarker, serta median metastasis-free survival selama 32,9 bulan. Efek samping umum yang dilaporkan adalah kelelahan, mual, dan leukopenia. “Penelitian ini adalah terobosan penting karena ini adalah uji coba pertama yang menunjukkan bahwa obat non-hormonal dapat memberikan remisi lengkap yang tahan lama pada pasien kanker prostat dengan mutasi BRCA2,” kata Antonarakis.

Penelitian ini didukung oleh AstraZeneca, Foundation Medicine, dan Veracyte. Para penulis lainnya berasal dari Veracyte di San Francisco. Marshall juga menerima dukungan dari beberapa yayasan. Selain itu, Marshall telah mendapatkan honorarium dari beberapa organisasi, yang dikelola sesuai kebijakan konflik kepentingan Johns Hopkins.

Penelitian ini menunjukkan bahwa olaparib bisa menjadi alternatif pengobatan efektif untuk pria dengan kanker prostat biokimia yang memiliki mutasi BRCA2, tanpa terapi hormon yang seringkali memiliki efek samping berat. Terobosan ini memberi harapan baru dalam manajemen kanker prostat, terutama bagi pasien yang mengalami kekambuhan dan belum banyak pilihan terapi yang aman.

Sumber Asli: www.hopkinsmedicine.org

Aiden Caldwell is a seasoned journalist with over 15 years of experience in broadcast and print media. After earning his degree in Communications from a prestigious university, he began his career as a local news reporter before transitioning to digital journalism. His articles on public affairs have earned him accolades in the industry, and he has worked for several major news organizations, covering everything from politics to science. Aiden is known for his investigative prowess and his ability to connect with audiences through insightful storytelling.

Post Comment